Karena Prabu harus memimpin prosesi di auditorium nanti, maka Rania akan diantar oleh kedua orangtuanya. Orangtua Prabu masih dalam perjalanan sehingga baru akan tiba di kampus menjelang siang. Daisy sibuk mengoceh sendiri di sofa, menceritakan rencananya mau melihat ruang kerja Ayahnya, membuat Prabu hanya bisa mengangguk sambil menahan tawa. Tiba-tiba bel apartemen berbunyi. Dengan semangat bocah lima tahun, Daisy langsung melompat turun dari sofa, berlari ke pintu sambil berteriak, "Opa! Oma!" Dan benar saja, begitu pintu dibuka oleh pelayan, tampak Tyo berdiri gagah dengan batik formal, sementara Lestari—sang Oma—tersenyum lembut dalam kebaya krem elegan. "Oppaaaa!" Daisy langsung memeluk kaki Tyo, yang tertawa lebar dan mengangkat cucu kecilnya tinggi-tinggi. "Astaga, berat amat

