Suaranya terangkat sedikit, penuh energi, namun tetap berkelas. "Sebentar lagi kita akan memasuki audit. Mari jaga marwah kita. Jaga doa kita. Berdoalah dalam keyakinan masing-masing... semoga hari ini berjalan lancar dan penuh berkat." Semua hadirin menunduk. Dalam keheningan singkat itu, Prabu memejamkan matanya sejenak walaupun dia tahu, di ruangan itu ada yang saling membisik, menggumamkan namanya dengan diikuti gossip tidak sedap. Sementara itu, di sisi lain, Rania sudah duduk di dalam auditorium megah. Kursi-kursi disusun rapi dalam barisan panjang, deretan mahasiswa dan keluarga mereka memenuhi ruangan. Rania duduk bersama dengan mahasiswa lain, sementara orangtuanya ada di sisi lain. Rania mengenakan toga wisuda kebanggaan, tangan kecilnya meremas rok dusty pink yang tersembunyi

