Sebuah Rahasia-2

773 Kata

Dahi Prabu mengerut. Ia melangkah lebih dekat, suaranya berat dan jelas terdengar di koridor yang mulai sepi. "Dhika," panggil Prabu, nada suaranya tenang tapi penuh tekanan. Dhika hampir melompat kaget. Spontan ia melepaskan rangkulannya dari si gadis cantik, menoleh cepat ke sumber suara. "Bang...?" serunya, setengah panik, matanya melirik sekeliling. Dengan gerakan cepat, Dhika memberi isyarat pada kekasihnya untuk pergi lebih dulu. Sang gadis menunduk sopan pada Prabu, lalu melangkah cepat menjauh. Dhika berdeham gugup, berusaha mengatur nafas. "Bang Prabu... kenapa di sini?" Prabu melipat tangannya di d**a, menatap adik iparnya tanpa senyum. "Membawa tugas kamu," jawab Prabu singkat. “Yang makalah itu, udah dititip ke staff. Kamu ambil sana.” Dhika tersenyum kecut, menggaruk be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN