Sebuah Rahasia-3

905 Kata

Namun saat ia sedang mengoleskan mentega ke loyang kecil, suara bel pintu berbunyi keras. “Loh? Mas udah pulang?” gumam Rania sambil menyeka tangannya ke celemek, melangkah ke pintu. Begitu pintu terbuka, senyum yang sudah dia siapkan perlahan luntur. Dikha berdiri di sana, membawa kantong plastik berisi jeruk. "Waduh, napa mukanya kayak lihat utang jatuh tempo?" seru Dhika sewot, langsung melangkah masuk tanpa diundang. Rania mendesah panjang, menutup pintu dengan pelan. "Kirain laki gue. Eh malah elu." "Astagaaaaa….. kan gue disuruh sama laki lo kesini, Kak. Ini otak pikun ‘kah? Atau gak jadi nih? Gue pulang aja?” tanya Dhika sambil menyodorkan sekantong jeruk. "Apaan sih," Rania mencibir sambil tertawa kecil. "Jeruk apaan ini?" "Dari pohon belakang. Daripada dipetik tukang kebun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN