“Terus sekarang dia dimana? Ponselnya gak bisa dihubungi loh, Pak. Bapak tau gak tadi kita ketemu Mireya dan Mireya nunjukin wajah Pak Prabu lagi tidur di apartemen atau apa gitu.” Bran tetap tenang. “Mungkin foto masa lalu?” “Terus sekarang dia dimana? Gak bisa dihubungi?” “Setahu saya banyak rapat yang harus dihadiri, Pak Prabu ini ingin mengambil cuti untuk bersama dengan istrinya. Jadi, dia sedang fokus.” “Sampai ponselnya gak bisa dihubungi?” “Saya yaki nada penjelasan logis nantinya. Tunggu saja bapak kembali. Dan jangan berfikiran yang aneh. Pak Prabu tidak akan pernah sekalipun mengkhianati istrinya. Permisi.” “Eh, Pak Bram! Tunggu, Pak! Bapak!” Bram buru-buru membalikkan badan, langkahnya tergesa menuju unit di sebelah, membuka pintu dengan kartu akses—dan, astaga, ternyata

