Racun-2

743 Kata

Setelah selesai sarapan, Daisy harus berangkat ke sekolah. Ia diantar oleh Oma dengan banyak ciuman di pipi dan lambaian tangan penuh semangat. Begitu pintu rumah kembali tertutup, suasana meja makan berubah lebih sunyi, hanya menyisakan Rania, Dhika, dan Tyo yang duduk memakan buah potong. Dhika, yang sedari tadi tampak gelisah, akhirnya membuka suara sambil menghela napas berat. "Kak," katanya sambil menaruh garpu, "Gue tuh sempat lihat Bang Prabu di apartemen Kak Dita hari itu. Dia memang bantuin Mireya yang mabuk jalan. Tapi, begitu pacarnya Mireya keluar, Bang Prabu langsung dorong tuh perempuan. Kayak... kayak jijik, gitu. Sumpah, Kak, dari gesturnya kelihatan banget dia nggak nyaman. Bang Prabu bukan orang yang kayak gitu." “Mahardhika….” Rania hendak membalas, tapi suara Papa-n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN