Rindu yang Berujung-2

741 Kata

“Ah, Nenek hendak mendaftarkanmu ke club sosialita, mereka sangat menyukaimu.” “Aku akan sering berkunjung kesini, Nenek. Sepertinya hubungan Papa dan Kakek sudah membaik ‘kan? Kapan-kapan juga akua jak Dhika.” “Iya, ajaklah bocah nakal itu kesini. Supaya bisa menuntaskan rasa bersalah kakekmu, tapi jangan kesal pada nenek, dia akan nenek bentuk jadi manusia yang beradab.” Rania terkekeh mendengarnya. “Lakukan apa yang nenek mau, aku akan fokus pada keluarga kecilku dulu, Nek. Mengurus Dhika itu melelahkan.” Helena mengangguk pelan. "Baguslah... Tapi berjanjilah akan sering datang. Keluarga ini... tidak sempurna. Tapi kita belajar dari kehilangan. Dalam pernikahan pun begitu. Tidak ada yang ideal, hanya dua orang yang terus memilih untuk tetap tinggal, meski badai datang." Mata Helena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN