Berbagi Peluh-2

700 Kata

Rania menggenggam lengan suaminya erat-erat, matanya tertutup rapat dengan air mata yang masih tertinggal di ujung bulu mata. Semilir angin yang menyapu kulit mereka, dan detak jantung yang saling mengejar menjadi saksi malam itu, malam ketika tubuh mereka menyatu tanpa sisa, tanpa jarak, dan tanpa keraguan, hanya cinta yang dibakar sampai habis. Prabu menatap istrinya yang berantakan. Kulit Rania bersinar dalam semburat cahaya lampu taman yang menyusup lewat kisi-kisi balkon. Rambut panjangnya tergerai acak di atas sandaran sofa, pipinya bersemu merah, dan napasnya masih tak beraturan. Di antara embusan angin malam yang hangat, tubuhnya terbaring lunglai, lelah, tapi penuh. Kedua matanya tertutup, bibirnya setengah terbuka, dan tubuhnya masih berpaut erat dengan Prabu di bawah sana... se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN