Berbagi Peluh-4

542 Kata

Dita mengerjap cepat, mencoba mengalihkan pandangan—dan malah terpaku pada layar TV yang masih menyala. Avengers. Ia menarik napas, lalu mendudukkan dirinya di kursi lain yang tak jauh dari sofa. Suka sekali avengers! *** Jakarta pagi itu tenang. Matahari baru mengintip malu-malu di sela gedung-gedung tinggi. Di lobi sebuah apartemen mewah, dua perempuan paruh baya berpenampilan anggun tampak mencolok di antara pekerja kantoran yang berlalu-lalang. Satu mengenakan kebaya hijau zaitun dengan kain batik sogan beraksen emas. Sanggulnya rapi, dengan bros perak antik menyematkan selendang di bahu, istri pemilik toko emas besar di Malioboro, sekaligus ibu dari Dita, si keras kepala yang menolak dijodohkan. Di sampingnya, Ayuning Ratnasari, mantan kepala museum budaya dan ibunda dari Bram, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN