Pintu lobby terbuka otomatis saat Aleeya melangkah keluar. Dia sibuk merapikan tas sambil melirik jam tangan. Sudah lewat pukul lima sore. Langit belum gelap, tapi matanya sudah terasa berat karena setumpuk laporan yang tadi harus direvisi mendadak. Yang ada dipikirannya sekarang hanya: pulang, mandi air hangat, makan, tidur. Namun, langkahnya terhenti begitu melihat mobil hitam terparkir tepat di depan lobi. Bukan sembarang mobil. Itu mobil milik tetangganya. Yang lebih aneh lagi, seseorang sedang duduk santai di kursi belakang—jendela kaca terbuka separuh, dan wajah orang itu berhasil membuat Aleeya tersenyum lebar. "Mas Kaivandra?" ucapnya refleks, kening mengernyit. Pria itu mengangkat alis dan tersenyum kecil, seperti memang sudah menunggu. Aleeya segera mempercepat langkah. Tumit

