Kaivandra mendorong kursi rodanya perlahan ke sisi meja, sementara Aleeya masih terpaku beberapa detik, menatap suasana di sekelilingnya seperti mimpi. Lilin-lilin yang berkelip lembut, bunga-bunga daisy di sepanjang jalan setapak, dan langit malam yang bersih dari awan—semuanya tampak terlalu sempurna. Dengan segala keterbatasannya, Kaivandra tetap menunjukkan ketulusan yang membuat Aleeya nyaris kehilangan kata. “Duduklah,” ucap Kaivandra sambil menunjuk kursi yang berhadapan dengannya. Aleeya menurut, meletakkan buket bunga daisy di pangkuannya dengan hati-hati, seolah tak ingin kelopak bunganya rusak oleh sentuhan. Detak jantungnya masih berdetak cepat, bahkan sejak mobil berhenti tadi. Tak lama kemudian, dua orang staf restoran berpakaian rapi muncul dari balik pepohonan. Mereka m

