Ekstra Part 7

1124 Kata

Halaman belakang kediaman orang tua Aleeya sore ini tampak ramai. Sebuah tenda putih berhias bunga melati dan anyaman janur berdiri megah, menaungi meja panjang yang dipenuhi aneka hidangan—mulai dari tumpeng nasi kuning, kue-kue basah, hingga buah segar. Di sisi lain, deretan kursi tersusun rapi menyambut para tamu yang datang. Aleeya duduk di kursi khusus yang berhias kain satin krem berpadu pita emas, mengenakan kebaya bernuansa pastel yang membingkai perutnya yang kian membesar. Di sampingnya, Kaivandra duduk sambil sesekali menggenggam tangan sang istri, memastikan Aleeya tetap nyaman. “Mas, beneran aku nggak boleh banyak jalan hari ini?” bisik Aleeya. Kaivandra mengangguk. “Iya. Paling jauh cuma ke meja hidangan, itu pun aku yang bakal jagain.” Aleeya menahan tawa. “Aku merasa se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN