Aleeya baru saja selesai membereskan laporan kunjungan lapangan ketika ponselnya bergetar pelan. Sebuah pesan dari Kevin muncul di layar. 📩Kevin: “Datang ke ruanganku sekarang, Aleeya. Ada tamu yang ingin bertemu. Mereka sudah menunggu.” Dahi Aleeya langsung mengernyit. Tamu? Untuk dia? Dengan langkah cepat tapi tetap menjaga sikap tenang, Aleeya menuju lift. Sambil menunggu pintu terbuka, pikirannya berkelana. Apa ini terkait skripsi? Atau program magang? Tapi kenapa di ruang CEO? Lift berhenti di lantai paling atas. Langit-langitnya lebih tinggi, desain interiornya jauh lebih mewah dan modern. Langkah-langkah Aleeya terdengar pelan di koridor. Saat dia membuka pintu ruang CEO, Aleeya langsung berdiri terpaku. Di sana, duduk dengan anggun dan penuh wibawa, dua wanita yang—sebenarnya

