Ciffon Cake Rasa Cinta

1041 Kata

Pagi baru saja menyapa, sinar matahari masih malu-malu menembus celah tirai dapur. Aleeya melangkah pelan, masih memakai piyama dengan rambut setengah terikat asal-asalan. Wajahnya belum sepenuhnya segar, tapi matanya memancarkan semangat. Dia membuka lemari dapur, menarik satu laci, lalu menghela napas panjang. “Oke, aku harus bikin sesuatu. Minimal telur dadar,” gumamnya sambil mengambil wajan. Namun belum juga kompor dinyalakan, suara langkah terdengar dari arah tangga. “Eh, anak gadis Mami mau masak apa subuh-subuh?” sapa Mami Naura sambil tersenyum lembut. Aleeya menoleh cepat, sedikit canggung. “Hehe, mau nyoba bikin sarapan buat Mas Kaivandra. Buat balas hadiah kemarin.” “Hadiah?” tanyanya dengan nada menggoda, lalu duduk di kursi dekat meja makan. “Yang kamu maksud—hadiah ini?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN