Gelang tipis berhiaskan liontin kecil itu akhirnya melingkar manis di pergelangan tangan Aleeya. Kaivandra meraih tangan gadis itu dengan perlahan, lalu menunduk dan mengecup punggung tangannya dengan lembut. Tidak ada kata-kata lagi yang terucap, hanya pandangan panjang yang bertaut di antara keduanya—seolah semua yang perlu dikatakan sudah saling mereka pahami dalam diam. Angin malam membelai pelan rambut Aleeya, sementara aroma bunga daisy dan sisa kembang api masih menggantung di udara. "Yuk, kita pulang," ucap Kaivandra akhirnya, suaranya rendah namun hangat. Aleeya hanya mengangguk pelan, masih tersenyum kecil dengan mata yang sedikit basah karena haru. Dia membiarkan Kaivandra memutarkan kursi rodanya ke arah jalan setapak, dan mereka berjalan beriringan kembali ke mobil yang kin

