Senja langsung menepis tangan Elang. Ia berusaha menyembunyikan raut paniknya di hadapan lelaki yang kini mendekat ke arah ranjang rawat. Lelaki itu masih menatap tajam ke arah Senja. “Keterlaluan sekali kamu. Mentang-mentang nggak ada Papa, kamu ambil kesempatan untuk berselingkuh sama Kak Elang?!” Elang membuang tisu kotor itu ke sampah. Ia menatap ke arah Yogas yang kini menahan amarah pada perempuan di ranjang rawat. “Kamu salah paham, Yogas,” kata Elang dengan nada santai. “Saya hanya berniat membatu.” Yogas terkekeh sinis. Ia justru tertawa mendengar jawaban dari Elang. Penglihatannya masih normal dan ia melihat jelas bagaimana intensnya Elang dengan Senja tadi. “Aku nggak buta, Kak Elang,” ujar Yogas dengan wajah angkuhnya. “Aku bisa lihat jelas apa yang Kak Elang lakukan sa

