Di rumah sakit .... Wajah perempuan itu makin pucat. Saking pucatnya, bibirnya sampai biru. Robekan kecil di salah satu sudut mendapat bekas darah kering. Senja mulai ditangani oleh seorang dokter dan beberapa perawat. Mirasih menunggu di luar, bersama Yogas dan Baskara. Lelaki itu bersandar di tiang teras rumah sakit sambil bersedekap d.a.da. Wajahnya dingin. Tatapannya mengarah pada ruang IGD yang pintunya tertutup. Ada sedikit rasa iba ketika mengingat kondisi kondisi Senja terakhir kali. Sungguh perempuan yang malang. Ia bahkan sempat memalingkan wajah saat merasa ngilu melihat bibir ibu sambungnya yang robek. Mulut Mirasih tidak henti-hentinya melafalkan doa untuk Senja dan kandungannya. Setelah beberapa menit menunggu, seorang dokter keluar. Dokter Wina menatap ketiganya s

