Bab 67

2617 Kata

Yasmin membeku di atas kursi rodanya. Suara Elang bergema—mengungkit semua masa lalu rumah tangganya yang hampir senasib dengan sang putra. Benaknya bertanya-tanya—dari mana Elang tahu semua itu? Yasmin jelas tidak tahu. Ia menunduk, cukup lama. Seolah-olah wanita paruh baya tersebut memikirkan asal dari ucapan Elang. Sampai akhirnya, sebuah pikiran muncul. Elang sudah lebih dari sekadar dewasa. Ia pastinya cari tahu apa pun yang menjadi tanda tanya di kepala. Apalagi ... jejak digital tidak bisa bohong. Meski Hanggara sudah memastikan bahwa semua kabar miring tentang keluarganya dihapus, tapi ... tidak besar kemungkinan masih ada yang tertinggal, meskipun sedikit. “Bukannya Papa juga dulu sama? Selalu membiarkan Bia menelan sakit hatinya karena Papa memilih wanita lain secara teran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN