Bab 66

2628 Kata

Desti terkejut dengan kehadiran Yogas. Namun, sedetik kemudian bibirnya melukis seringai tipis, menantang. “Silakan. Silakan kamu bilang ke papa kamu. Dia nggak akan berani melakukan apa pun padaku!” Yogas memberi tatapan tajam kepada wanita itu. Matanya melirik Senja yang masih terdiam di tempat. “Senja, masuk ke dalam.” Senja hendak menolak sebelum Yogas turut menatapnya dengan tajam, seakan tidak ingin dibantah. Perempuan tersebut memilih mengalah. Ia membawa kedua kakinya untuk masuk ke dalam rumah, meninggalkan dua orang yang saling berseteru. Yogas maju satu langkah. “Jangan ganggu Senja lagi. Kamu sengaja memeras dia, ‘kan?” Desti membuang tatapannya ke sembarang arah. Tangan wanita tersebut terlipat di depan d**a—sebuah gestur yang terlihat cukup angkuh. “Aku sudah melah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN