Nada bicara Senja memelas. Keberanian itu muncul begitu saja saat Senja merasa sudah muak dengan semuanya. “Apa salahku, Mas? Kenapa aku yang harus menanggung semuanya?” Baskara tertegun, tapi dadanya bergemuruh. Traumanya kembali bangkit. Bayangan ibunya yang b******k melayang di kepala. Bayang-bayang di mana ayahnya bunuh diri karena frustrasi akibat istrinya selingkuh senantiasa terbayang. Pria tersebut memegangi kepalanya yang pusing. Rasa berat itu makin dibebat oleh sesuatu tak kasat mata. Baskara memejam sebentar. Ia berusaha menetralkan kondisinya yang tidak karuan. Namun, makin pria itu berusaha, bayangan masa lalunya makin memenuhi ruang kepala. “Nggak semua perempuan seperti itu, Mas.” Senja berusaha menyadarkan Baskara. “Aku nggak pernah goda Yogas.” Suaminya itu tetap dia

