Baskara meraih sesuatu dari saku kemejanya. Sebuah benda panjang dari sana. Senja terpukau begitu melihat kalung cantik yang suaminya perlihatkan. Kalung itu berwarna silver dengan bandul permata yang cantik dan mewah. “Bagus banget, Mas.” Pria itu meminta Senja untuk berbalik badan, hendak memasangkannya. “Kalung ini cocok buat kamu.” Senja kembali berbalik badan begitu kalung tadi sudah terpasang sempurna di lehernya, seakan kalung tersebut memang didesain pas untuk Senja. Perempuan itu merasakan desiran aneh dalam dirinya. Rupanya sisi manis Baskara mampu membuat Senja bimbang. Bahkan, ia tidak tahu jika pria itu memiliki inisiatif tinggi mengingat pernikahan mereka selama ini hanya dibumbui pertengkaran. “Terima kasih, Mas. Kalungnya cantik banget.” “Ya, dia memang cantik, tamba

