Bab 51

2688 Kata

Senja menegang sejenak. Tangan perempuan itu refleks meremas ujung pakaiannya. Pertanyaan Mirasih membuatnya bingung harus menjawab apa. Senyum kaku perempuan itu masih tampak di wajah. Namun, rasa tidak nyaman tiba-tiba muncul di bagian perut. Ia memeganginya refleks. Sejak siang tadi, sebenarnya ia sudah merasakan mual yang intens. Tiap kali Senja hendak memuntahkannya, yang keluar hanya cairan putih yang rasanya pahit. Senja menutup mulutnya dengan tangan, kepalanya tertunduk dalam-dalam. Mata perempuan itu tampak berkaca-kaca, seakan hendak menangis. “Maaf, Se–Senja ke belakang sebentar.” Perempuan itu berdiri tanpa menunggu reaksi dari suami dan mertuanya. Begitu kursinya tergeser pelan ke belakang, Senja berdiri dengan terburu-buru, kemudian berjalan cepat—nyaris berlari—menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN