Malam hari .... Senja melihat lamat-lamat pesan yang sempat dikirim Elang tadi pagi. Ia bimbang. Ada sesuatu yang mendorongnya untuk menemui pria itu. Tapi, di sisi lain, Senja tidak mungkin melakukannya, mengingat peraturan di rumah ini makin ketat semenjak Baskara tahu dirinya hamil. Di tengah kebingungan yang dirasakan, Baskara tiba-tiba masuk. Hal tersebut membuat Senja terenyak dan buru-buru menggeser layar agar keluar dari ruang percakapan dengan Elang. Baskara maju. Ia lempar tatapan curiganya pada Senja. Bola matanya bergerak, dari ponsel sang istri, lalu ke wajahnya. Pria tersebut sadar, Senja sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Ia menghapus jarak. Berdiri tepat di depan Senja yang duduk di tepi ranjang. “Kemarikan hape kamu.” Tanpa menunggu persetujuan dari si pemil

