Senja membisu, tapi sorot matanya menunjukkan kebingungan yang lebih besar. Baskara menyeruput kopinya satu kali. Tatapannya berpindah, dari cangkir ke wajah sang istri. “Pergi sama saya.” Kedua alis Senja saling bertautan, membentuk beberapa kerutan di dahi. “Temani? Maksudnya ... kamu nganter aku, Mas?” Pria itu meraih kembali tabletnya, menggulir layar untuk mencari bagian yang menjadi atensinya tadi. “Saya temani kamu selama liputan.” Mulut bagian bawah Senja terjatuh, menganga akibat terkejut. Tidak bisa ia bayangkan apa yang akan terjadi jika Baskara ikut. Dan, tidak biasanya pula Baskara mengurus hal kecil seperti ini. Ia tahu sesibuk apa sang suami. Namun, lihatlah. Sekarang pria tersebut menjelma menjadi suami posesif secara tiba-tiba. “Aku bisa pergi sendiri, Mas. A

