Baskara berdiri di bawah bingkai pintu. Matanya bergantian menatap Desti dan Senja. Keheningan di ruang tamu mendadak terasa begitu berat. Senja kesusahan meraup oksigen. "Tadi Mama bilang .... mau kasih tahu sesuatu ke saya." Suara Baskara datar, meski wajahnya menggurat curiga yang sulit disembunyikan. "Apa yang mau diberi tahu ke saya?" Senja melirik sang mama. Matanya membesar. Ia memberi kode pada Desti agar tidak melakukan kecerobohan ataupun membuat keputusan impulsif. Melalui tatapannya, Senja seolah memohon pada Desti. Jangan, Ma. Tolong. Aku mohon. Desti melihat tatapan itu. Ia bisa dengan cepat mencerna makna di balik mata Senja yang membulat. Namun, di wajah wanita tersebut tidak terlihat adanya perasaan iba. Yang ada hanya kelelahan, kekesalan, dan tekad bulat untuk mendap

