Bab 65

3350 Kata

Ban mobil yang dikendarai Elang berderit, berhenti tepat di depan perumahan megah bergaya Belanda. Terlihat, pada masanya, rumah itu jelas menjadi bangunan paling megah di sekitar. Pagar rumah terbuka otomatis oleh sensor, dua satpam yang berjaga di pos merunduk memberi penghormatan. Elang balas mengangguk, melajukan mobilnya, memarkir sejajar dengan beberapa koleksi mobil di carport. Mesin mobil berhenti meraung. Elang tidak langsung turun. Ia menatap pantulan wajahnya di cermin dasbor. Rasa panas masih menjalar di pipi sebelah. Pria tersebut mendesis pelan mengingat penyebab ia sekarang ada di sini. “Sial!” Elang mengumpat. Permasalahan wanita selalu berhasil membuatnya melarikan diri selama dua malam terakhir. Ia menghempaskan jaket yang dikenakannya asal ke pojokan kursi kemudi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN