Bab 85

2648 Kata

Layar ponsel itu dipandangi cukup lama. Senja membuang napasnya gusar. Entahlah. Elang selalu tahu apa pun tentangnya—termasuk kepulangannya ke Jakarta. Padahal, belum ada setengah hari ia tiba. Elang sudah langsung mencari cara supaya menarik perhatiannya sehingga Senja mau diajak bertemu. Ia juga cukup terkejut dengan pernyataan Baskara ketika pulang dari rumah sakit. Pernyataan bahwa rumah mertuanya mendapat teror misterius. Seketika nama Elang langsung ada di benaknya. Hanya pria itu yang mempunyai motif pasti mengapa melakukan hal sampai sejauh itu. Alasannya jelas dirinya. Senja tidak bisa membayangkan apa jadinya jika Baskara tahu bahwa istrinya adalah penyebab di balik semuanya. Sungguh, Senja harus bicara empat mata dengan Elang. Ia harus menghentikan semuanya, mumpung b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN