Bab 86

2779 Kata

Sudah tengah malam, Senja tidak dapat memejamkan mata. Ia duduk di atas tempat tidur. Sendirian. Baskara memang tidur di kamar Mirasih. Pria itu menjaga mamanya dari ketakutan yang terus-menerus dirasakan. Senja mencoba membaringkan badan agar dapat tertidur. Berulang kali ia membolak-balikkan badan ke samping, mencari posisi ternyaman untuk tidur. Namun, tiap kali mencoba, hasilnya tetap saja sama. Ia mendesah kasar sembari menatap langit-langit kamar. Baru saja termenung beberapa saat, Senja dikejutkan dengan suara dering ponsel yang memecah keheningan malam itu. Buru-buru Senja raih ponselnya dari atas nakas. Sejenak, ia lirik jam yang sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Kemudian, ia buka pesan singkat tadi. Sebuah nomor asing. [“Saya tunggu di belakang rumah mertua ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN