08 🌹 Rencana yang Meleset?

1600 Kata

Siang itu, ruang rapat lantai 30 Rajendra Global Group akhirnya kembali lengang. Eros bersandar sejenak di kursinya, melepas napas berat setelah dua jam penuh adu argumen dan negosiasi dengan klien besar. Meeting yang seharusnya menjadi kesepakatan manis justru berakhir dengan kepala-kepala yang tegang—namun seperti biasa, keputusan tetap berada di tangannya. Langkahnya kemudian terdengar mantap menyusuri koridor, menuju ruang kerjanya. Begitu pintu besar berukir hitam itu tertutup rapat, ia menanggalkan jasnya, meletakkannya di sandaran kursi, lalu mengendurkan dasi dengan gerakan singkat. Sorot matanya tajam, masih menyimpan sisa-sisa kalkulasi dingin dari ruang rapat tadi. Tak lama, ketukan terdengar di pintu. “Masuk,” suaranya datar, namun tegas. Antonio masuk dengan sikap formal,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN