14 🌹 Menyerah dalam Gairah (21+)

1643 Kata

Malam itu, Rose duduk bersandar di ranjangnya. Jemarinya membalik lembar demi lembar buku yang sengaja ia baca untuk mengusir rasa sepi. Sesekali matanya menatap kosong ke arah jendela, mengamati langit gelap yang hanya dihiasi bulan sabit tipis. Sunyi, terlalu sunyi—hingga suara ketukan pintu mendadak memecah konsentrasinya. Rose menoleh. Jantungnya berdegup lebih cepat. Pintu itu terbuka perlahan, menampakkan sosok Antonio yang biasanya selalu berdiri tegap dan tenang. Tapi kali ini, langkahnya berat, karena salah satu lengannya menopang tubuh Eros. Mata Rose membelalak. “Eros?” suaranya tercekat. Lelaki itu terlihat berbeda—jas hitamnya kusut, kemejanya terbuka dua kancing, rambutnya sedikit berantakan. Tatapannya sayu tapi masih menyala, wajahnya memerah, dan setiap tarikan napasnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN