13 ðŸŒđ Tetaplah Berada di Sampingku

1393 Kata

Rose berusaha keras menahan gemetar di tubuhnya. “Aku hanyaâ€Ķ mengatakan yang sebenarnya. Ibumu jelas-jelas menolakku. Itu fakta.” Eros menegakkan tubuhnya sedikit, namun pinggang Rose tetap terkunci dalam genggamannya. Tatapannya menusuk, suaranya meninggi setengah oktaf. “Dan aku bilang sekali lagi, Rose—dia bukan siapa-siapa. Kau berani menjadikan ‘penolakan’-nya sebagai alasan untuk kabur?!” Rose menatapnya dengan mata berkaca, tapi juga penuh amarah. “Kenapa tidak? Kau pikir aku akan bahagia hidup begini? Terkekang, terjebak, dan dipaksa menerima—” Kata-kata Rose terputus ketika Eros tiba-tiba melumat bibir Rose tanpa peringatan—kasar, menuntut, penuh kepemilikan. Rose meronta, tangannya menekan bahu Eros, tapi ciuman itu justru semakin menghimpit, semakin menegaskan siapa penguas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN