Terlalu Sering

1147 Kata

Lima tahun kemudian. Seorang anak perempuan bermain di taman dekat rumah. Dia melempar bola dan kembali mengambilnya. Sementara di kursi taman yang ada di sana, Zea dan Pandu duduk mengawasinya. "Aiko, jangan terlalu kencang saat melempar. Nanti bolanya ke jalan, Sayang." Zea begitu perhatian pada cucunya. Ya, anak perempuan itu adalah Aiko Ryuzaki. Anak Yuza dan mendiang Gisel. Anak yang selama ini tinggal bersama Zea itu, tumbuh dengan baik dan sehat. "Opa, bola!" teriak Aiko nyaring saat bola miliknya menggelinding ke jalan. Pandu yang awalnya menjadi penonton, kini berdiri dan membantu cucunya untuk mendapatkan bola itu lagi. "Ini. Jangan terlalu jauh, nanti Oma marah." Pandu meraih tubuh Aiko dan membawanya kembali mendekat pada Zea. "Sudah hampir petang. Kita masuk rumah saja,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN