Waktu Yang Cepat

1153 Kata

Waktu terasa begitu lambat, pria yang kini merasa tidak memiliki gairah untuk berjalan ke depan itu, semakin terlihat kurus seperti tak terurus. Tiga bulan berlalu setelah kepergian Gisel, Yuza masih setia berkunjung di makan istrinya untuk melepas rindu. Duduk di samping rumah baru Gisel, Yuza membawakan buket bunga yang besar dan diletakkan di depan batu nisan. Yuza melepaskan kacamata hitamnya, membuat mata sembab itu masih terlihat jelas. Rasa sakitnya karena ditinggalkan, entah hingga kapan akan terus melekat. “Sayang, aku tidak akan bertanya kabarmu saat ini. Aku yakin, kamu pasti menjadi bidadari tercantik di surga. Anak kita usianya sudah tiga bulan, dia tumbuh dengan sangat baik di tangan mama dan papa. Mereka sangat menyayangi Aiko.” Dengan suara parau Yuza mencoba menceritaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN