Bab 123

1017 Kata

Giana berbaring di atas ranjang dengan posisi setengah duduk, punggungnya disangga bantal tebal. Selimut tipis menutupi kakinya, sementara matanya menatap kosong ke arah langit-langit kamar. Rumah terasa jauh lebih nyaman dibandingkan hotel, tetapi tubuhnya masih belum sepenuhnya bersahabat. Ada rasa lelah yang menetap, seperti sisa-sisa demam yang belum benar-benar pergi. Pintu kamar terbuka perlahan. Giana menoleh dan langsung melihat Mark masuk sambil membawa nampan kecil. Di atasnya ada semangkuk bubur hangat, segelas air putih, dan beberapa butir obat yang sudah disiapkan rapi. Aroma bubur langsung memenuhi kamar, sederhana tapi menenangkan. “Kamu sudah bangun,” ucap Mark sambil menutup pintu dengan kaki dan melangkah mendekat. Giana mengangguk pelan. “Dari tadi.” Mark duduk di ku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN