Cahaya pagi menyelinap perlahan melalui celah tirai tipis kamar resort itu. Angin laut yang lembut membuat tirai bergerak pelan, menghadirkan udara hangat yang asin dan menenangkan. Giana terbangun perlahan, kesadarannya muncul sedikit demi sedikit. Ia tidak langsung membuka mata, hanya menarik napas pelan ketika merasakan lengan yang melingkar erat di pinggangnya. Hangat. Aman. Nyaman. Giana akhirnya membuka mata dan menyadari dirinya berada dalam pelukan Mark. Suaminya itu masih terlelap, napasnya teratur, wajahnya terlihat begitu tenang. Rambut Mark sedikit berantakan, satu lengannya berada di bawah kepala Giana, sementara lengannya yang lain memeluk tubuhnya dari belakang, seolah takut Giana akan menghilang jika dilepaskan. Pipi Giana langsung bersemu merah. Ingatan semalam datang

