Di tengah kegelapan yang semakin pekat di unit 2205, Alaric merasa seolah-olah ia baru saja melompat dari tebing tertinggi tanpa parasut, membiarkan dirinya jatuh bebas ke dalam jurang hasrat yang tak berdasar. Suara badai di luar jendela kaca raksasa itu kini hanyalah dengungan statis yang tak berarti di telinganya. Alaric telah melepaskan seluruh sisa kontrol diri yang ia pelihara dengan susah payah selama empat puluh tahun hidupnya. Pria yang biasanya penuh dengan kalkulasi logis dan martabat yang kaku itu kini telah bertransformasi sepenuhnya menjadi sosok yang hanya digerakkan oleh satu dorongan purba: klaim kepemilikan. Ia tidak lagi melihat Seraphina sebagai anak dari sahabatnya; ia melihatnya sebagai satu-satunya objek di semesta ini yang bisa memuaskan dahaga jiwanya yang selama

