Provokasi dan Respons.

1245 Kata

​Malam semakin larut, namun suhu di dalam kamar utama unit 2205 terus merangkak naik melampaui batas kewajaran manusia, menciptakan sebuah iklim mikro yang hanya terdiri dari panas, gairah, dan napas yang saling memburu di bawah kungkungan selimut sutra yang berat. Alaric tidak lagi sekadar memetakan wilayah; ia kini mulai melakukan provokasi yang lebih dalam, memanfaatkan kondisi fisik Seraphina Azkadina yang sedang berada di puncak sensitivitas saraf akibat serangan demam yang hebat. Dalam kondisi medis normal, sentuhan ringan mungkin hanya akan terasa sebagai usapan biasa, namun di bawah pengaruh suhu tubuh yang mencapai angka kritis, setiap saraf di kulit porselen Sera seolah-olah sedang telanjang, berdenyut, dan berteriak, menunggu untuk dipicu oleh stimulasi terkecil sekalipun yang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN