Lampu kristal di langit-langit kamar suite Hotel Grand Marquee itu kini hanya menyisakan pendar redup yang temaram, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding sutra. Di atas ranjang king size berbalut seprai katun Mesir yang dingin, Alaric terbaring dalam kondisi yang benar-benar mengenaskan bagi seorang pria yang biasanya memegang kendali penuh atas hidupnya. Obat perangsang yang diselundupkan Bianca ke dalam wiskinya telah merusak sistem saraf pusatnya, membakar habis logika dan menggantinya dengan kebutuhan biologis yang primitif dan mendesak. Kulit Alaric terasa seperti terbakar dari dalam; setiap pori-porinya seolah mengeluarkan uap panas, dan setiap sentuhan udara dari pendingin ruangan terasa seperti gesekan yang menyiksa sarafnya yang kini terlalu sensitif. Bianc

