The Set Up

1249 Kata

Lampu neon ibu kota yang berkedip-kedip di balik kaca jendela kamar tidur Seraphina tampak seperti ribuan mata yang menghakiminya dalam kesunyian malam. Sejak perjamuan makan malam yang menyesakkan itu berakhir, Sera hanya terduduk di tepi ranjangnya, menatap nanar pada perban putih di pergelangan tangannya yang kini terasa gatal dan panas—sebuah pengingat fisik akan luka yang jauh lebih dalam di pusat jiwanya. Kepalanya masih terngiang-ngiang suara tawa ayahnya yang memuja Alaric dan Bianca, sebuah suara yang terdengar seperti lonceng kematian bagi harapan terakhirnya. Sera merasa terisolasi di rumahnya sendiri, sebuah istana megah yang kini tak lebih dari penjara emas dengan jeruji yang terbuat dari pengkhianatan dan kebutaan. Ia ingin menangis, namun air matanya seolah telah mengering,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN