Terkunci dalam Keheningan.

1030 Kata

​Badai yang mengamuk di langit Jakarta seolah-olah tidak memiliki niat untuk mereda. Di dalam unit apartemen mewah lantai dua puluh dua, Alaric berdiri di samping tempat tidur besar tempat Seraphina terbaring, menatap layar ponselnya yang menunjukkan sinyal yang timbul tenggelam. Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu tidur darurat yang memancarkan cahaya kekuningan pucat, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding saat kilatan petir menyambar dari balik tirai jendela. Alaric menempelkan ponselnya ke telinga, mendengarkan suara statis yang berisik sebelum nada panggil akhirnya terdengar, hanya untuk kemudian terputus secara kasar. ​"Sialan," umpat Alaric dengan suara rendah yang bergetar karena frustrasi. ​Ia mencoba menghubungi Dokter pribadi keluarga Valerius, Dokter Hand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN