Gumam Terlarang.

1024 Kata

​Ruangan itu semakin sunyi, sebuah keheningan yang terasa begitu padat hingga setiap helaan napas yang keluar terdengar seperti gemuruh di tengah kesunyian malam. Cahaya kilat yang sesekali menyambar di balik tirai jendela apartemen yang tebal memberikan kilasan bayangan yang menari-nari di dinding kamar, mempertegas siluet dua raga yang sedang terkunci dalam dekapan yang melampaui batas kewajaran. Di bawah kungkungan selimut sutra yang berat, udara terasa semakin menipis, digantikan oleh aroma keintiman yang menyesakkan paru-paru. Alaric Valerius berbaring kaku, setiap inci kulit di tubuhnya yang tegap terasa seperti dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Suara detak jam di dinding tidak lagi terdengar; yang ada hanyalah dentuman jantungnya sendiri yang berpacu liar, beradu dengan detak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN