Sentuhan Tak Sengaja.

978 Kata

​Suasana di dalam kamar utama yang biasanya bernuansa elegan dan tenang itu kini telah sepenuhnya bertransformasi menjadi sebuah medan perang yang sunyi namun mematikan—sebuah palagan di mana tanggung jawab medis yang suci beradu punggung dengan hasrat yang tak tertahankan. Di luar jendela, petir sesekali masih menyambar, memberikan kilatan cahaya perak yang menembus celah-celah gorden, menyinari dua raga yang sedang bergelut dengan maut dan gairah di bawah satu selimut tebal. Setelah ciuman panas yang menghancurkan segala bentuk pertahanan awal dan meruntuhkan tembok moralitas yang selama ini dijaga Alaric, Seraphina tampak sedikit kelelahan. Namun, alih-alih tertidur tenang, kesadarannya yang masih berada di ambang halusinasi—terjebak di antara realitas dan delusi demam—justru membuatn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN