Titik Tanpa Kembali

923 Kata

​Keheningan yang merayap kembali ke dalam ruang kerja utama Valerius Group terasa jauh lebih menyesakkan daripada gemuruh gairah yang baru saja mereda. Alaric Valerius berdiri mematung di sisi meja jati besarnya, tangannya yang masih gemetar mencoba mengancingkan kembali kemeja putihnya yang kini sudah kusut dan kehilangan beberapa kancingnya. Di bawah kakinya, berkas-berkas proyek jutaan dolar yang ia sapu bersih tadi berserakan seperti reruntuhan sebuah peradaban yang hancur dalam semalam. Ia menatap permukaan meja kayu yang masih terasa hangat oleh suhu tubuh Seraphina, dan di sana, ia melihat pantulan dirinya pada permukaan kayu yang dipoles: seorang pria yang wajahnya tampak asing, seorang pria yang telah kehilangan jiwanya di ketinggian lantai lima puluh. ​Sera bangkit dari meja den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN