Hening kembali meraja di dalam kamar utama apartemen rahasia itu setelah Alaric melepaskan cengkeramannya dari dagu Seraphina. Getaran aneh yang menjalar di punggung Sera—campuran antara ketakutan yang melumpuhkan dan kekaguman gelap terhadap kekuasaan pria itu—masih belum sepenuhnya surut. Alaric menatapnya sejenak, sebuah tatapan yang seolah-olah sedang memindai setiap sel di tubuh Sera untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa pemberontakan di sana. Dengan gerakan yang sangat tenang, Alaric mengambil ponsel Sera yang tadi sempat terjatuh di atas karpet tebal, membersihkan layarnya dengan ujung kemeja hitamnya yang mahal, lalu menyimpannya di saku celananya sendiri tanpa sepatah kata pun. Sera hanya bisa terpaku, lidahnya masih terasa kelu untuk memprotes tindakan posesif itu. Ia tidak

