Kegelapan yang menyelimuti kamar utama apartemen Seraphina kini tidak lagi terasa dingin. Di bawah selimut tebal yang mengurung dua raga manusia itu, udara telah berubah menjadi medium yang kental dan panas, dipenuhi dengan aroma vanilla yang manis dari kulit Sera serta aroma maskulin yang tajam dari keringat Alaric. Alaric masih berada dalam posisi yang sama, menjadi radiator hidup bagi tubuh Sera yang mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Namun, tepat ketika Alaric merasa bisa sedikit menarik napas lega karena suhu tubuh Sera mulai melandai, sebuah pergeseran halus terjadi. Sera mulai bergerak. Bukan lagi gerakan kejang otot atau guncangan rigor yang menyakitkan, melainkan sebuah gerakan yang sangat sadar dan terarah. Kelopak mata Sera yang dihiasi bulu mata panjang dan basah itu

