Halusinasi di Balik Tengkuk.

1262 Kata

​Keheningan di dalam kamar utama unit 2205 kini terasa begitu tebal, dipenuhi oleh ketegangan yang sanggup memutus saraf paling kuat sekalipun. Di bawah selimut tebal yang mengurung dua raga manusia itu, udara tidak lagi sekadar hangat; ia terasa bermuatan listrik statis yang siap meledakkan emosi kapan saja. Alaric merasa dirinya seolah sedang berdiri di atas seutas tali tipis di atas jurang yang dalam, sementara Sera, dalam kabut demamnya yang mulai mereda namun menyisakan delusi yang luar biasa kuat, terus menariknya ke arah kehancuran moral yang paling dasar. ​Sera tidak lagi diam atau sekadar merintih kesakitan. Matanya yang sayu dan basah menatap lurus ke arah dagu Alaric yang kokoh, meskipun penglihatannya masih berbayang dan tidak fokus karena sisa panas yang merusak persepsinya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN