Keheningan di dalam unit itu kini telah mati sepenuhnya, dikubur di bawah puing-puing peradaban yang runtuh. Udara di dalam kamar utama itu terasa begitu tebal, bermuatan listrik statis yang melompat di antara dua raga yang saling menggesekkan kulit yang basah oleh peluh gairah. Alaric Valerius, dengan d******i maskulin yang masih menguasai setiap jengkal ruang dan napas, menyadari sebuah perubahan halus namun revolusioner yang mulai merayap dalam ritme penyatuan mereka. Ini bukan lagi sekadar penaklukan searah dari seorang predator terhadap mangsanya yang rapuh. Ada sesuatu yang bangkit dari dalam diri Seraphina Azkadina—sesuatu yang selama dua dekade terkunci rapat di balik dinding kepolosan yang naif, kini mulai pecah dan mencari jalan keluar melalui insting purba yang baru saja terban

