(++) Sesi Terakhir Malam Itu

1100 Kata

​Hening yang menyelimuti kamar utama apartemen mewah di lantai teratas itu terasa begitu berat, seolah-olah oksigen di dalamnya telah habis terbakar oleh api obsesi yang menyala tanpa ampun sepanjang malam. Cahaya rembulan yang menembus celah gorden beludru raksasa memberikan siluet perak yang tajam pada lekuk tubuh Seraphina yang masih terbaring lemas, nyaris tidak berdaya di atas sprei sutra yang kini sudah kacau balau, basah, dan dingin di beberapa bagian. Seluruh tubuh Sera terasa kebas, namun sekaligus berdenyut oleh rasa perih yang manis dari stempel-stempel ungu kehitaman yang menghiasi kulit porselennya dari leher hingga paha dalam. Ia merasa jiwanya telah dikuliti, harga dirinya telah lumat di bawah kuasa pria yang kini kembali merayap di atasnya dengan aura predator yang tak pern

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN