Gemuruh kota Jakarta di bawah sana, yang biasanya terdengar seperti simfoni ambisi bagi Alaric Valerius, kini hanya terasa sebagai kebisingan yang hampa dan menjauh. Di lantai paling atas Valerius Tower, di dalam ruangan luas yang dilapisi dinding kedap suara dan material kayu ek gelap yang elegan, sang titan industri itu sedang membangun sebuah penjara bagi jiwanya sendiri. Alaric tidak pulang ke apartemen pribadinya yang sunyi, apalagi berani mendekati unit milik Seraphina di mana setiap sudut ruangan di sana seolah-olah masih menyimpan sisa-sisa gema desahan mereka. Ia memutuskan untuk mengurung diri secara total di kantor pusat Valerius Group, menjadikan ruang kerjanya sebagai benteng pertahanan terakhir melawan invasi memori yang terus menyerang tanpa ampun dari segala arah. Sejak pe

