Sinar matahari sore yang mulai miring menembus dinding kaca lobi utama Valerius Tower, menciptakan pantulan cahaya yang menyilaukan pada lantai marmer hitam yang dipoles hingga menyerupai cermin. Di tengah kesibukan para karyawan yang mulai bersiap untuk pulang, sebuah siluet ramping melangkah masuk dengan kepercayaan diri yang mematikan. Seraphina Azkadina tidak datang sebagai gadis yang sedang sakit atau keponakan yang manja; ia datang sebagai sebuah badai yang terbungkus dalam gaun sutra berwarna nude yang memeluk lekuk tubuhnya dengan provokatif namun tetap terlihat elegan. Kacamata hitam berukuran besar menutupi matanya yang sembab namun tajam, dan tas jinjing bermerek ternama tersampir di lengannya seolah-olah itu adalah senjata yang siap ia gunakan. Sera tidak berhenti di meja re

